Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Rabu, 06 November 2013

MASJID QIBLATEN


 Masjid bersejarah dan paling mencuri perhatian jamaah haji, adalah Masjid Qiblatain di Madinah. Di dalam masjid ini terdapat dua arah kiblat salat yang berbeda, satu ke Ka'bah dan satu lagi ke Masjidil Aqsha.

Ada banyak masjid bersejarah di Makkah dan Madinah. Kisah-kisahnya pun berbeda-beda dan selalu jadi daya tarik umat muslim untuk berkunjung serta menjalankan ibadah di sana. Kalau Anda datang ke Madinah, jangan lupa sempatkan datang ke Masjid Qiblatain.

Dari situs Islamic Landmarks yang dikunjungi detikTravel, Kamis (10/10/2013) Masjid Qiblatain menjadi saksi penting bagi sejarah Islam. Sebab, di masjid inilah wahyu Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk mengubah arah kiblat salat menjadi ke arah Ka'bah di Makkah.

Sebelumnya, Nabi Muhammad dan umat Muslim saat itu menghadap arah kiblat salat ke Masjidil Aqsha yang ada di Yerusalem, Palestina. Masjidil Aqsha adalah tempatnya Nabi Muhammad melakukan Isra Miraj, yaitu perjalanan menghadap Allah dan menerima perintah tentang ibadah salat.

Dalam sejarah , saat itu Nabi Muhammad sedang melakukan salat menjadi imam bersama jamaah lainnya. Lalu, saat itulah Allah menurunkan wahyu yang berisi tentang perubahan arah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Ka'bah di Masjidil Haram.

Lantas, Nabi Muhammad pun dengan segera mengubah arah kiblat menuju Ka'bah. Sejak saat itulah, umat Muslim melaksanakan ibadah salat dengan kiblat ke arah Ka'bah hingga sekarang. Peristiwa perubahan arah kiblat ini pun tertuang dalam Al Quran di Surat Al Baqarah.

Oleh sebab itu, Masjid Qiblatain jadi saksi sejarah penting dalam sejarah Islam. Di dalam masjidnya pun masih ada tempat imam salat yang menghadap ke Masjidil Aqsha. Tapi tentu saja, tempat tersebut dan tidak dipergunakan lagi.

Para jamaah haji biasanya menyempatkan datang ke Masjid Qiblataian yang ada di Jalan Khalid bin Al Walid, sebelah barat laut Kota Madinah saat melancong ke kota tersebut. Inilah satu-satunya masjid yang punya dua arah kiblat di dunia.
Unknown

MASJID QUBA



Rasulullah SAW meletakkan batu pertama Masjid Quba tepat di kiblatnya.
Semua masjid yang berada di Makkah, Madinah, dan Palestina selalu istimewa bagi umat Islam. Masjid-masjid ini punya nilai yang lekat dengan sejarah peradaban Islam. Begitupun dengan masjid Quba.
Menilik dari sejarahnya, Masjid Quba punya nilai historis yang sangat tinggi. Masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW.
Masjid Quba dibangun pada awal peradaban Islam. Tepatnya, 8 Rabiul Awal pada 1 Hijriyah. Lokasinya berada di sebelah tenggara Kota Madinah, lima kilometer di luarnya.
Dulu, masjid ini dibangun dengan bahan yang sangat sederhana. Seiring berjalannya waktu, renovasi banyak dilakukan Kerajaan Arab Saudi.
Masjid ini juga mengalami perluasan. Dalam buku berjudul Sejarah Madinah Munawwarah yang ditulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, dijelaskan masjid ini direnovasi besar-besaran pada 1986.
Kala itu, Pemerintah Arab Saudi bahkan mengeluarkan dana hingga 90 juta riyal Saudi untuk memperluas masjid ini yang nantinya bisa menampung 20 ribu jamaah yang mengunjunginya.
Dalam sejarah yang dituliskan, tokoh Islam yang memegang peranan penting dalam pembangunan masjid ini adalah Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu lanhu.
Ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, pria ini mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi sang Nabi di kampung Quba yang tadinya hanya terdiri atas hamparan kebun kurma.
Kemudian, dikumpulkanlah batu-batu dan disusun menjadi masjid yang sangat sederhana. Meskipun tak seberapa besar, paling tidak bangunan ini bisa menjadi tempat berteduh bagi rombongan Rasulullah. Mereka pun bisa beristirahat kala siang hari dan mendirikan shalat dengan tenang.
Rasulullah SAW meletakkan batu pertama tepat di kiblatnya dan ikut menyusun batu-batu selanjutnya hingga bisa menjadi pondasi dan dinding masjid.
Rasullullah SAW dibantu para sahabat dan kaum Muslim yang lain. Ammar menjadi pengikut Rasulullah yang paling rajin dalam membangun masjid ini.
Tanpa kenal lelah, ia membawa batu-batu yang ukurannya sangat besar, hingga orang lain tak sanggup mengangkatnya.
Ammar mengikatkan batu itu ke perutnya sendiri dan membawanya untuk dijadikan bahan bangunan penyusun masjid ini. Ammar memang selalu dikisahkan sebagai prajurit yang sangat perkasa bagi pasukan Islam. Dia mati syahid pada usia 92 tahun.
Pada awal pembangunannya yang dibangun dengan tangan Rasulullah sendiri masjid ini berdiri di atas kebun kurma.
Luas kebun kurmanya kala itu 5.000 meter persegi dan masjidnya baru sekitar 1.200 meter persegi. Rasulullah sendiri pula yang mengonsep desain dan model masjidnya.
Meskipun sangat sederhana, Masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk masjid-masjid selanjutnya. Bangunan yang sangat sederhana kala itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid.
Masjid ini telah memiliki sebuah ruang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya. Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang.
Dulu, ruangan ini bertiangkan pohon kurma, beratap datar dari pelepah, dan daun korma yang dicampur dengan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn terdapat sebuah sumur tempat wudhu.
Di sini, jamaah bisa mengambil air untuk membersihkan diri. Dalam masjid ini, kebersihan selalu terjaga, cahaya matahari dan udara pun dapat masuk dengan leluasa.
- See more at: http://www.jurnalhaji.com/berita-jurnal-haji/masjid-quba-masjid-pertama-yang-dibangun-rasulullah-saw/#sthash.uFVAHRFv.dpuf
Unknown